RENUNGAN MALAM KELUARGA ALLAH
PEKA BUKAN SENSITIF
Tuhan rindu kita peka dengan benar, bukan SENSITIF BERLEBIHAN.
Efesus 4:22-24 yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
Tuhan merindukan hati yang peka, bukan hati yang mudah tersinggung. Kepekaan berarti mampu mendengar suara Tuhan, memahami kebutuhan sesama, dan merespons dengan kasih. Sebaliknya, sikap sensitif yang berlebihan membuat kita mudah salah paham, cepat tersulut emosi, dan merasa disakiti. Akibatnya, hubungan menjadi renggang dan damai sejahtera pun terganggu.
Kepekaan rohani lahir dari kerendahan hati dan kedewasaan iman.
Orang yang peka bersedia dikoreksi, mau belajar, dan tidak terburu-buru bereaksi. Ia memilih untuk tenang dan mencari kehendak Tuhan. Sementara itu, sikap terlalu sensitif sering kali berpusat pada diri sendiri, lebih sibuk menjaga perasaan daripada mengejar kebenaran.
Karena itu, mari kita meminta Tuhan melembutkan dan memurnikan hati kita. Belajarlah mendengar sebelum bereaksi, memahami sebelum menilai, dan mengasihi sebelum berbicara. Dengan demikian, hidup kita akan memancarkan damai dan menjadi berkat bagi banyak orang.(SZ)
Selamat beristirahat malam dalam kasih setia Tuhan
Keluarga Allah Global Cell Church | https://mygka.org
Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000
Categories
Latest Posts