YANG TUHAN NILAI DARI PEMBERIAN KITA
RHEMA HARI INI
1 Samuel 16:7 Tetapi berfirmanlah Tuhan kepada Samuel: ”Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati.”
Di halaman Bait Allah, Yesus pernah duduk memperhatikan orang-orang yang datang memberi persembahan (Mrk. 12:41-44). Banyak di antara mereka memasukkan uang dalam jumlah besar, tetapi perhatian-Nya justru tertuju pada seorang janda miskin yang hanya memberi dua peser. Jumlahnya kecil dan nyaris tak berarti di mata manusia, tetapi Yesus menyatakan bahwa persembahannyalah yang paling besar. Janda itu tidak memberi dari kelimpahan, melainkan dari kekurangan, dengan iman dan kepercayaan penuh kepada Allah. Dari luar, pemberiannya tampak tidak berharga, tetapi dari dalam, hatinya sepenuhnya tertuju kepada Tuhan. Hati di balik pemberian itulah yang menyentuh hati Tuhan.
Prinsip yang sama ditegaskan Tuhan ketika Samuel diutus untuk mengurapi raja Israel. Anak-anak Isai yang berperawakan gagah tampak lebih layak di mata manusia, tetapi Tuhan menolak penilaian lahiriah itu. Ia mengingatkan Samuel bahwa manusia melihat apa yang tampak di depan mata, sedangkan Tuhan menilai hati. Apa yang kecil di mata manusia bisa bernilai besar di hadapan Tuhan apabila dilakukan dengan ketulusan dan motivasi yang benar. Tuhan tidak mengukur persembahan dari jumlah atau penampilan luar, melainkan dari motivasi hati di baliknya.
Oleh karena itu, mari kita mengoreksi sikap hati kita dalam memberi dan melayani Tuhan. Tuhan tidak menuntut besarnya jumlah yang kita berikan, tetapi Dia rindu kita memberi dengan hati yang benar. Baik itu dalam memberi persembahan, meluangkan waktu, maupun melayani sesama, marilah kita melakukannya dengan kasih dan iman. Ketika hati kita berkenan di hadapan Tuhan, hal-hal yang tampak kecil pun memiliki nilai kekal di hati-Nya. Itulah yang membuat pemberian kita tidak bisa ditolak Tuhan dan keajaiban finansial pasti terjadi atas kita. (AM)
RENUNGAN
Tuhan menilai HATI, bukan sekadar JUMLAH pemberian kita.
APLIKASI
1. Bagaimana sikap hati Anda saat memberi dan melayani Tuhan selama ini?
2. Apakah Anda memberi karena kasih atau karena ingin dilihat orang lain? Mengapa menurut Anda seperti itu?
3. Hal apa yang Tuhan minta Anda persembahkan dengan hati yang tulus hari ini?
DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, bentuklah hati kami agar selalu tulus di hadapan-Mu. Ajari kami memberi dan melayani bukan karena jumlah atau pujian manusia, tetapi karena kasih kepada-Mu. Kiranya hidup kami berkenan dan memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Mazmur 23-25; Kisah Para Rasul 21:18-40
Categories
Latest Posts