BAHAN SHARING KELOMPOK SEL KELUARGA ALLAH Periode 08 Februari 2026
BAHAN SHARING KELOMPOK SEL (KOMSEL) KELUARGA ALLAH
Periode 08 Februari 2026
S1 = SEMBAH PUJI (10-15 menit)
Praise :
- Tak ada Tandingannya – KA WORSHIP
- Aku Diberkati
Worship :
- Bapa Kau setia
- I sing Praises to Your Name
S2 = SUASANA/GAMES (10 menit)
JUDUL : “AKU BUKAN PELIT, AKU CUMA …”
KONSEP : Melanjutkan kalimat sebelumnya.
CARA BERMAIN:
Semua peserta menambah satu kata sehingga menjadi kalimat panjang dengan mengulang kembali kalimat dari awal:
“AKU BUKAN PELIT, AKU CUMA ….”
TUJUAN BERMAIN :
Lucunya…alasan kita soal uang bisa banyak dan kreatif. Tapi Tuhan tidak lagi berdebat soal jumlah, namun Tuhan sedang lihat siapa yang kita percaya sebagai sumber hidup.
S3 = SHARING APLIKASI FIRMAN TUHAN (50 menit).
GOAL: Petugas bukan kotbah, namun MENGINGATKAN POIN-POIN SAJA SEPERTI DIBAWAH INI (±10 menit).
FINANCIAL WONDERS #2
HATINYA, BUKAN HARTANYA
PEMBUKA:
Persepuluhan sering dipahami sebagai persoalan uang, padahal Alkitab mengajarkannya sebagai persoalan hati. Hari ini kita belajar bahwa Tuhan tidak terutama melihat nominal, tetapi siapa yang kita percayai sebagai sumber hidup.
I. PERSEPULUHAN BUKAN SEKEDAR BICARA TENTANG UANG, TETAPI TENTANG HATI.
📖 Maleakhi 3:10
“Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.”
Tuhan mengundang umat-Nya untuk membawa persepuluhan dan menguji kesetiaan-Nya. Respons manusia terhadap ayat ini sering kali mengungkap kondisi batin mereka.
Ketika hati seseorang dekat dan tulus kepada Tuhan, persepuluhan tidak menjadi masalah. Namun luka hati—seperti pengalaman melihat penyalahgunaan dana gereja—dapat melahirkan sikap penolakan.
Masalah utama yang Tuhan tegur dalam Maleakhi 3:8 bukanlah uang, melainkan hati yang hidup seolah-olah Tuhan bukan sumber kehidupan. Persepuluhan yang tidak dikembalikan hanyalah gejala luar dari hubungan rohani yang sedang menjauh.
II. PERSEPULUHAN BUKAN HUKUM TAURAT, TETAPI SEBUAH PRINSIP IMAN.
Persepuluhan tidak lahir dari Hukum Taurat, tetapi dari iman para bapa leluhur.
Kejadian 14:18-20 Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi. Lalu ia memberkati Abram, katanya: “Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi, dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu.” Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya.
Dalam Kejadian 14:18–20, contoh ketaatan dalam persepuluhan dilakukan oleh Abraham, yang dengan sukarela memberikan sepersepuluh kepada Melkisedek—tanpa perintah dan tanpa paksaan. Tindakan ini adalah bahasa iman, sebuah pengakuan bahwa Tuhan adalah sumber kemenangan dan hidupnya.
Hal serupa dilakukan juga oleh Yakub. Di tengah kondisi hidup yang tidak stabil, Tuhan berjanji menyertainya (Kejadian 28:15).
Kejadian 28:15 “Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke mana pun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu.”
Sebagai respons, Yakub bernazar untuk mempersembahkan sepersepuluh dari segala yang Tuhan berikan.
Bukan Tuhan yang menuntut, melainkan hati Yakub yang dipulihkan rindu memberi.
Dari kisah Abraham dan Yakub, kita belajar:
- Persepuluhan lahir dari wahyu, bukan keterpaksaan.
- Persepuluhan adalah deklarasi iman: “Tuhanlah sumber hidupku.”
- Persepuluhan membentuk hati—mengalihkan fokus dari “aku” kepada “Tuhan”.
III. TEKNIS MENGEMBALIKAN PERSEPULUHAN YANG BERKENAN DI HATI TUHAN.
Persepuluhan yang berkenan bukan hanya benar secara teknis, tetapi juga benar secara sikap hati:
- Diberikan sebagai yang sulung, bukan sisa. Tuhan ditempatkan sebagai prioritas, bukan cadangan.
- Dibawa ke Rumah Tuhan (Maleakhi 3:10a).
- Diberikan dengan hati yang jujur, jelas, dan baik.
- Dilakukan secara konsisten, bukan hanya saat kondisi keuangan terasa aman.
APLIKASI PRAKTEK SEHARI-HARI :
- Cek posisi Tuhan dalam keuanganmu.
Saat menerima penghasilan atau gaji, ayok kita taruh Tuhan di barisan utama dengan mengembalikan persepuluhan terlebih dahulu.
- Latih iman sebelum logika bekerja.
Jangan menunggu “cukup dulu” untuk taat. Iman justru bertumbuh ketika kita “taat lebih dulu”.
- Pulihkan hati sebelum memperdebatkan nominal.
Jika ada luka atau kekecewaan terkait gereja, bawa itu kepada Tuhan. Jangan biarkan luka lama menghambat ketaatan hari ini.
- Bangun kebiasaan, bukan emosi sesaat.
Jadikan persepuluhan jadi bagian dari ritme hidup rohani, bukan keputusan musiman berdasarkan kondisi ekonomi.
- Ubah sudut pandang.
Persepuluhan bukan kehilangan, melainkan pengakuan iman bahwa hidup kita sepenuhnya bergantung pada Tuhan.
PENUTUP :
Persepuluhan adalah respon iman dari hati yang mengenal Tuhan. Ketika hati diserahkan, ketaatan tidak lagi menjadi beban, melainkan ungkapan kepercayaan kepada Tuhan sebagai sumber segala sesuatu.
YUK SHARING 💬
Bagaimana selama ini sikap saya terhadap persepuluhan—apakah sudah saya lakukan dengan setia atau masih tergantung kondisi ekonomi? Jika belum, apa kendala yang saya hadapi, dan setelah mendengar firman hari ini, komitmen apa yang ingin saya ambil ke depan?
JADI, KESIMPULAN KOMSEL HARI INI :
Persepuluhan bukan tentang kewajiban finansial, melainkan tentang hati yang percaya dan menempatkan Tuhan sebagai sumber hidup. Ketika hati benar, ketaatan mengalir, dan berkat Tuhan dinyatakan.
DOA PROFETIK DAN SYAFAAT
A. DOA PROFETIK :
Bapa dalam nama Tuhan Yesus,
Kami datang dengan hati yang tunduk dan percaya penuh kepada firman-Mu untuk kami mau mau taat membawa seluruh persembahan persepuluhan ke dalam rumahMu, supaya ada persediaan makanan dan biarlah Engkau membukakan bagi kami tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepada kami sampai berkelimpahan TERJADI dalam nama Tuhan Yesus.
Kami mengakui bahwa Engkaulah sumber hidup kami, bukan pekerjaan kami, bukan usaha kami, dan bukan kekuatan kami sendiri.
Hari ini kami mendeklarasikan:
kami memilih taat bukan karena terpaksa, tetapi karena iman.
Kami membawa persepuluhan sebagai ungkapan hati yang percaya dan mengasihi Engkau.
Kami percaya Engkau pulihkan kekurangan kami, kami tidak takut kekurangandan setiap kebutuhan dicukupkan oleh tangan-Mu yang setia.
Kami mendeklarasikan berkat Tuhan atas hidup kami: berkat dalam pekerjaan, berkat dalam keluarga, berkat dalam keuangan, dan damai sejahtera yang melampaui akal.
Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa dan mengucap Syukur. Amin.
B. DOA SYAFAAT :
- Semua jemaat dan pelayan Tuhan mengalami keajaiban demi keajaiban yang baru.
- Pembangunan Pusat Kegerakan Roh Kudus “HEI” bisa dilanjutkan lagi dan pembelaan Tuhan akan turun dengan perijinan yang dilancarkan.
- Terjadi lawatan Tuhan dan tuaian jiwa-jiwa yang dahsyat.
- Bangsa dan negara ada dalam pemeliharaan serta pimpinan Tuhan.
- Setiap gereja lokal GKA bertumbuh dengan pesat dan kuat.
- Terjadi kegerakan cellgroup movement atau kegerakan kelompok sel yang membawa tuaian raya jiwa-jiwa.
- Doa permohonan dari Anggota Komsel (jika ada).
Mari ambil bagian dalam kegerakan iman ini dan alami tahun 2026 sebagai Tahun Keajaiban Baru!
S4 = SASARAN DAN RENCANA
- Evaluasi Komsel hari ini.
- Pengumuman Kegerakan di gereja Global. (Bincang2 KKS di radio tgl 19 Feb 26, Daftar RE (1 day only) di KA Solo 14 Maret 26, Gebyar KKS/Komsel, Pendaftaran Mahasiswa baru STT El-Shadday)
- KKS Cek SPR Anggota Komsel dan mendorong melengkapinya, memperjuangkan menjadi KKS (Cek Baptis, SOM, jadi KKS, RE, ESBC).
- Ajakan selamatkan jiwa dengan mengajak teman/saudara gabung Komsel dan ibadah.
- KKS menjadwalkan TURBA, mengunjungi Anggota Komsel yang pasif atau undur (sebagai Langkah PENGGEMBALAAN).
- Merencanakan pertemuan Komsel minggu depan dan membagi tugas Komsel.
SELAMAT MELAYANI
Categories
Latest Posts